Serat fluoresen adalah jenis serat yang dapat menyerap sumber cahaya tampak atau ultraviolet, kemudian mengubah sumber cahaya tersebut menjadi radiasi cahaya atau kembali ke warna aslinya setelah disinari. Karena fotosensitivitasnya, serat fluoresen memiliki prospek aplikasi yang luas dalam tekstil berpendar, bioteknologi, dan produk medis, serta merupakan salah satu bidang penelitian material canggih yang paling diminati.

Sutera alami memiliki biokompatibilitas dan sifat mekanik yang sangat baik, merupakan jenis bahan serat yang banyak digunakan, tetapi di bawah sinar ultraviolet, sutera berwarna biru muda, kuning muda, atau tidak berpendar sama sekali. Teknologi modifikasi gen dan teknologi pewarnaan dengan pewarna organik adalah cara umum untuk menghasilkan sutera berpendar, tetapi biaya yang tinggi, keamanan yang buruk, dan masalah perlindungan lingkungan juga sangat jelas. Oleh karena itu, memberi makan ulat sutra dengan bahan yang tidak beracun, biokompatibel, ramah lingkungan, berpendar tinggi, dan berbiaya rendah tampaknya merupakan salah satu cara terbaik untuk menghasilkan sutera berpendar.

Baru-baru ini, Universitas Fudan melaporkan bahwa sejenis karbon spot (CDs) yang dibuat dari daun murbei memiliki fluoresensi inframerah dekat yang kuat, dengan hasil kuantum absolut (QY) sebesar 73% dan lebar penuh setengah puncak (FWHM) sebesar 20 nm. Ini adalah karbon spot emisi merah gelap (R-CDS) paling terang yang diketahui hingga saat ini, dan memiliki biokompatibilitas serta stabilitas fluoresensi yang baik.

Ulat sutra yang diberi makan CD akan berpendar merah terang dan mampu tumbuh sehat serta membentuk kepompong secara normal, yang berwarna merah muda di bawah sinar matahari dan berpendar merah terang di bawah sinar ultraviolet. Jalur metabolisme CD dapat diperoleh melalui analisis anatomi ulat sutra dan kepompong percobaan, yaitu, CD berpendar diserap oleh ulat sutra dari saluran pencernaan, kemudian dipindahkan ke kelenjar sutra, dan akhirnya ke dalam kepompong, dan CD yang tidak terserap dikeluarkan bersama feses.

Studi ini merupakan kali pertama CD emisi inframerah dekat digunakan untuk memberi makan ulat sutra secara aman guna menghasilkan sutra berpendar. Karena r-CDS dapat dengan mudah disiapkan dari daun murbei dalam skala besar, dan tingkat kelangsungan hidup ulat sutra yang diberi makan mendekati 100%, maka dapat digunakan untuk pembuatan sutra berpendar dalam skala besar dan memperluas bidang aplikasi praktisnya di masa mendatang.
Artikel berjudul "Murberry Leaves Derived Red Emissive Carbon Dots for Feeding Silkworms to Produce Brightly Fluorescent Mulberry "Sutra"" diterbitkan di jurnal Advanced Materials.